🐘 Persyaratan Dalam Instalasi Listrik Adalah
Adapunsyarat-syarat itu adalah AMAN, bagi manusia, ternak dan harta ANDAL, fungsinya sebagai instalasi harus "tokcer" /bagus AKRAB, terhadap lingkungan artinya tidak merusak lingkungan baik dalam operasi normal, ataupun gangguan Intalasi listrik harus direncanakan, dipasang dan diperiksa agar : Instalasi listrik dapat dioperasikan dengan baik
Persyaratan Instalasi Listrik Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini adalah untuk terselenggaranya dengan baik instalasi listrik. Peraturan ini lebih diutamakan pada keselamatan manusia ter hadap bahaya sentuhan serta kejutan arus, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapan nya dan keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran akibat listrik. 1. Persyaratan ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat, baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya. Persyaratan umum instalasi listrik ini tidak berlaku untuk a Bagian dari instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat. b Bagian dari instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik. c Instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanik. d Instalasi listrik dibawah tanah dalam tambang. e Instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 volt dan dayanya tidak melebihi 100 watt. 2. Ketentuan yang Terkait Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini, harus pula diperhatikan ketentuan yang terkait dengan dokumen berikut a Undang undang no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. b Undang-undang No. 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan. c Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. d Peraturan Pemerintah RI No. 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik. e Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga Listrik. f Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. tentang Instalasi Ketenagalistrikan. g Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. tentang Standardisasi, Sertifikasi dan Akreditasi dalam Lingkungan pertambangan dan energi 3. Syarat-Syarat Instalasi Listrik Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik dan peraturan mengenai kelistrikan yang berlaku, harus diperhatikan pula syarat-syarat dalam pemasangan instalasi listrik, antara lain a Syarat ekonomis Instalasi listik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga keseluruhan dari instalasi itu mulai dari perencanaan, pemasangan dan pemeliharaannya semurah mungkin, kerugian daya listrik harus sekecil mungkin. b Syarat keamanan Instalasi listrik harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kemungkinan timbul kecelakaan sangat kecil. Aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan terjaminnya peralatan dan benda benda disekitarnya dari kerusakan akibat dari adanya gangguan seperti gangguan hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih dan sebagainya. c Syarat keandalan kelangsungan kerja Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik. Jadi instalasi listrik harus direncana sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya atau terhentinya aliran listrik adalah sangat kecil. 4 Komponen Pokok Instalasi Listrik Komponen pokok instalasi listrik adalah perlengkapan yang paling pokok dalam suatu rangkaian listrik. Komponen yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik banyak macam dan ragamnya. Namun, pada dasarnya komponen instalasi listrik dapat dikelompokan sebagai berikut a Bahan penghantar listrik; b Bahan Isolasi Isolator Rol; c Pipa Instalasi; d Kotak Sambung; e Sakelar; f Fitting; g Perlengkapan Bantu. 5 Penghantar Listrik Penghantar atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan umumnya terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras BCC ½ H = Bare Copper Conductor Half Hard memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m degangan tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm². sedangkan penghantar tambaga keras BCCH = Bare Copper Conductor Hard, kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm². Pemuaian tembaga sebagai penghantar adalah dengan pertimbangan bahwa tembaga merupakan suatu bahan yang mempunyai daya hantar yang baik setelah perak. Penghantar yang dibuat oleh pabrik yang dibuat oleh pabrik terdapat beraneka ragamnya. Berdasarkan konstruksinya, penghantar diklasifikasikan sebagai berikut a Penghantar pejal solid; yaitu penghantar yang berbentuk kawat pejal yang berukuran sampai 10 mm². Tidak dibuat lebih besar lagi dengan maksud untuk memudahkan penggulungan maupun pemasangannya. Gambar 1. Penghantar Pejal b Penghantar berlilit stranded; penghantarnya terdiri dari beberapa urat kawat yang berlilit dengan ukuran 1 mm² – 500 mm². Gambar 2. Penghantar Stranded c. Penghantar serabut fleksibel; banyak digunakan untuk tempat yang sulit dan sempit, alat-alat portabel, alat-alat ukur listrik 11 dan pada kendaraan bermotor. Ukuran kabel ini antara 0,5 mm² - 400 mm². Gambar 3. Penghantar Serabut d Penghantar persegi busbar; penampang penghantar ini berbentuk persegi empat yang biasanya digunakan pada PHB Papan Hubung Bagi sebagai rel-rel pembagi atau rel penghubung. Penghantar ini tidak berisolasi. Gambar 4. Pengantar Persegi Adapun bila ditinjau dari jumlah penghantar dalam satu kabel, penghantar dapat diklasifikasikan menjadi a Penghantar simplex; ialah kabel yang dapat berfungsi untuk satu mecam penghantar saja misal untuk fasa atau netral saja. Contoh penghantar simplex ini antara lain NYA 1,5 mm²; NYAF 2,5 mm² dan sebagainya. b Penghantar duplex; ialah kabel yang dapat menghantarkan dua aliran dua fasa yang berbeda atau fasa dengan netral. Setiap penghantarnya diisolasi kemudian diikat menjadi satu menggunakan selubung. Penghantar jenis ini contohnya NYM 2x2,5 mm², NYY 2x2,5mm². Gambar 5. Kabel NYM c Penghantar triplex; yaitu kabel dengan tiga pengantar yang dapat menghantarkan aliran 3 fasa R, S dan T atau fasa, netral dan arde. Contoh kabel jenis ini NYM 3x2,5 mm², NYY 3x2,5 mm² dan sebagainya. d Penghantar quadruplex; kabel dengan empat penghantar untuk mengalirkan arus 3 fasa dan netral atau 3 fasa dan pentanahan. Susunan hantarannya ada yang pejal, berlilit ataupun serabut. Contoh penghantar quadruplex misalnya NYM 4x2,5 mm², NYMHY 4x2,5mm² dan sebagainya. Jenis penghantar yang paling banyak digunakan pada instalasi rumah tinggal yang dibangun permanen saat ini adalah kabel rumah NYA dan kabel NYM. 6 Bahan Isolasi Isolator Rol Bahan isolasi atau isolator dibuat dari porselen atau bahan lain yang sedrajat. Misalnya PVC, dengan diameter yang besar ¾”. Pemasangan isolator ini harus kuat sehingga tidak ada gaya mekanis lebih pada hantaran yang ditunjang. Untuk instalasi dalam gedung, bahan ini sering disebut dengan rol isolator yang dipasang pada langit-langit bagian atas. Pemasangan rol isolator ini harus diatur sehingga jarak bebas antara hantaran-hantaran yang berlainan fasa tidak kurang dari tiga sentimeter, dan jarak antara titik-titik tumpunya tidak lebih dari 1 meter. Gambar 6a. Rol isolator. Gambar 6b. Pemasangan rol isolator 7 Pipa Instalasi Pipa instalasi berfungsi sebagai pelindung hantaran dan sekaligus perapi instalasi. Pipa instalasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pipa baja yang dicat meni sering disebut pipa union; pipa PVC; pipa fleksibel. Di pasaran, pipa-pipa instalasi terdapat dalam potongan empat meter dengan diameter yang bervariasi. Syarat umum pipa instalasi ialah harus cukup tahan terhadap tekanan mekanis, tahan panas, dan lembab serta tidak menjalarkan api. Selain itu, permukaan luar maupun dalam pipa harus licin dan rata. Pemakaian pipa baja yang berada dalam jangkauan tangan dan dipasang terbuka harus ditanahkan dengan sempurna, kecuali pipa tersebut digunakan untuk menyelubungi kabel bersiolasi ganda, misal NYM. Tindakan ini dimaksudkan sebagai tindakan pengamanan terhadap kemungkinan kegagalan isolasi pada hantaran dalam pipa. Pada ujung bebas, pipa baja harus diberi selubung masuk tule. Penggunaan pipa PVC memiliki beberapa keuntungan, antara lain a Daya isolasi baik, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan tanah; b Tahan terhadap hamoir semua bahan kimia, jadi tidak perlu di cat; c Tidak menjalarkan nyala api; d Mudah penggunaannya. Kelemahan pipa PVC adalah tidak dapat digunakan pada suhu kerja normal 60°C. Selain itu, di tempat-tempat yang diperlukan, pipa PVC harus dilindungi dari kerusakan mekanis, misalnya pada tempat-tempat penembusan lantai. Pipa yang tidak ditanam dalam dinding harus ditanam dengan baik mengunakan klem yang sesuai dengan jarak antar klem tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan lurus. 8 Kotak Sambung Penyambungan atau pencabangan hantaran listrik pada instalasi dengan pipa harus dilakukan dalam kotak sambung. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari gangguan yang membahayakan. Pada umumnya bentuk sambungan yang digunakan pada kotak sambung ialah sambungan ekor babi pig tail, kemudian setiap sambungan ditutup dengan las dop setelah diisolasi. Selain itu, pada hantaran lurus memanjang perlu dipasang kotak sambung lurus kotak tarik setiap panjang tertentu penarik kabel untuk memudahkan penarikan hantaran. Pada kotak tarik ini apabila tidak terpaksa, hantaran tidak boleh dipotong kemudian disambung lagi. Macam-macam kotak sambung antara lain seperti terlihat pada gambar 7. a Kotak ujung; sering disebut pula dos tanam biasanya digunakan sebagai tempat sambungan dan pemasangan saklelar atau stop kontak/kotak kontak, b Kontak tarik; digunakan pada pemasangan pipa lurus memanjang setiap 20 m yang fungsinya untuk memudahkan penarikan hantaran ataupun tempat penyambungan, c Kotak sudut; sama seperti kotak tarik, hanya penempatannya berbeda yaitu dipasang pada sudut-sudut ruang, d Kotak garpu; dipakai untuk percabangan sejajar, e Kotak T atas; pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya, f Kotak T kiri; pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya, g Kotak T kanan; pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya, h Kotak T terbalik; pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya, i Kotak silang; disebut juga cross dos x dos untuk empat percabangan, j Kotak cabang lima digunakan untuk lima percabangan dengan empat cabang sejajar. Gambar 7. Macam-macam kotak sambung 9 Sakelar Fungsi sakelar adalah untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik dari sumber ke pemakai/beban. Sakelar terdiri dari banyak jenis tergantung dari cara pemasangan, sistem kerja, dan bentuknya. Berdasarkan sisten kerjanya, sakelar dibagi menjadi tujuh. a Sakelar tunggal Fungsi sakelat tunggal adalah untuk menyalakan dan mematikan lampu. Pada sakelar ini terdapat dua titik kontak yang menghubungkan hantaran fasa dengan lampu atau alat yang lain. Gambar 8. Bentuk Sakelar b Sakelar kutub ganda majemuk Titik hubung dwi kutub ada empat, biasanya digunakan untuk memutus atau menghubungkan hantaran fasa dan nol secara bersama-sama. Sakelar ini biasanya digunakan pada boks sekering satu fasa. c Sakelar kutub tiga tri kutub Sakelar mempunyai enam titik hubung untuk menghubungkan atau memutuskan hantara fasa R, S, dan T secara bersama-sama pada sumber listrik 3 fasa. d Sakelar kelompok Kegunaan sakelar kelompok adalah untuk menghubungkan atau memutuskan dua lampu atau dua golongan lampu secara bergantian, tetapi kedua golongan tidak dapat menyala bersamaan. Umumnya sakelar ini dipakai sebagai penghubung yang hemat pada kamarkamar hotel, asrama, dan tempat-tempat yang memerlukan. e Sakelar seri Sakelar seri adalah sebuah sakelar yang dapat menghubungkan dan memutuskan dua lampu, atau dua golongan lampu baik secara bergantian maupun bersama-sama. Sakelar seri sering disebut pula sakelar deret. f Sakelar tukar Sakelar tukar sering disebut dengan sakelar hotel karena banyak dipakai dipakai di hotel-hotel untuk menyalakan dan memadamkan dua lampu atau dua golongan lampu secara bergantian. Selain itu, sakelar dapat pula digunakan untuk menyalakan dan memadamkan satu lampu atau satu golongan lampu dari dua tempat dengan menggunakan dua sakelar tukar. g Sakelar silang Untuk melayai satu lampu atau satu golongan lampu agar dapat dinyalakan dan dimatikan lebih dari dua tempat dapat dilakukan dengan mengkombinasikan antara sakelar tunggal dan sakelar silang. Yang harus diingat, sakelar pertama dan terakhir adalah sakelar tukar sedangkan sakelar di antaranya adalah sakelar silang Gambar 9. Macam-macamSsakelar, Lambang, Konstruksi, dan Pengawatannya Berdasarkan cara pemasangannya, sakelar dibedakan atas dua jenis, yaitu sakelar yang dipasang di luar tembok dan sakelar yang dipasang di dalam tembok. Pemasangan sakelar di luar tembok out bow dilengkapi denga roset sebagai tempat dudukan. Pemasangan sakelar di dalam tembok inbow memerlukan mangkuk sakelar dos tanam baik yang terbuat dari plat besi maupun plastik PVC, sebagai dudukan sakelar. Berdasarkan cara bekerjanya, sakelar dapat diklasifikasikan menjadi a Sakelar tarik; biasanya terdapat pada fitting lampu dan untuk mengoperasikan digunakan seutas tali. b Tombol tekan; bila ditekan maka kontak terhubung dan begitu dilepas maka kontak akan terputus kembali. Tombol biasannya dipakai untuk bel listrik, tetapi ada pula tombol yang dalam keadaan normal terhubung dan saat ditekan terputus. Misalnya tombol yang terpasang pada pintu alnmari es untuk penyalaan lampunya. c Sakelar jungkit; saat ini lebih banyak digunakan untuk menggantikan sakelar putar karen pengoperasiannya mudah. d Sakelar putar, sudah jarang digunakan karena sudah ada penggantinya yaitu sakelar jungkit. Pemakaiannya hanya pada tempat tertentu, misalnya box sekering. 10 Fitting Fitting adalah suatu komponen listrik tempat menghubungkan lampu dengan kawat-kawat hantaran. Ada bermacam-meacam fitting, di antaranya fitting duduk, fitting gantung, fitting bayonet, dan fitting kombinasi stop kontak seperti tampak gambar 10. Fitting terbuat dari bahan isolasi, yaitu bakelit atau porselen. Digunakan dari cara pemasangannya, ada yang disebut fitting duduk dan fitting gantung Gambar 10. Aneka Jenis Fitting Fitting duduk dipasang pada dinding ataupun langit-langit. Bila pemasangannya tidak dapat dilakukan secara langsung, perlu dipasang roset, yaitu kayu maupun plastik sebagai tempat dudukannya. Pemasangan fitting gantung tergantung pada langit-langit dengan menggunakan kabel snoer atau penguat tali rami. Tali rami berfungsi sebagai penahan agar kabel tidak menanggung beban. Bila ditinjau dari konstruksinya, fitting dibagi menjadi dua jenis, yaitu fitting ulir dan fitting tusuk. a Fitting ulir; cara memasang lampu pada fitting dilakukan dengan memutar lampu pada fitting. Fitting semacam ini juga sering disebut Fitting Edison, yang tersedia dalam berbagai macam ukuran disesuaikan dengan lampunya. b Fitting tusuk; cara memasang lampunya dengan jalan menusukkan ke fitting. Fitting jenis ini terdapat dua macam, yaitu fitting yang kaki kaki lampunya langsung dijepit atau disebut fitting bayonet dan jenis yang lain ialah fitting tusuk putar, yaitu fitting yang setelah kaki lampu ditusukkan kemudian diputar seperempat lingkaran atau disebut Fitting Goliath. Fitting jenis Bayonet dan Goliath biasannya hanya digunakan pada kendaraan, misal kapal laut, motor, dan mobil. 11 Kotak Pembagi Daya Listrik PHB/Distribusi Panel DP Panel bagi di dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar merata dan seimbang. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara lain rel busbar, sakelar utama, pengaman, pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator. 12 Rating Pengaman Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL harus sama dengan atau lebih besar dari arus nominal beban I pengaman > I nominal. Pengaman yang digunakan dalam instalasi listrik adalah pemutus rangkaian MCB untuk pengaman tiap kelompok beban dan pemutus rangkaian pusat MCCB untuk pengaman seluruh kelompok beban. Besarnya rating arus MCB maupun MCB diperhitungkan arus beban yang dipikul atau dipasang di dalam instalasi agar memenuhi syarat keamanan. 13 Perlengkapan Bantu Untuk memasang peralatan-peralatan seperti dibahas diatas, diperlukan beberapa perlengkapan bantu seperti a Klem sengkang Klem digunakan untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Klem dapat terbuat dari besi maupun bahan PVC. Ukurannya disesuaikan dengan ukuran pipa. Klem dipasang menggunakan sekrup atau paku dengan jarak antara satu dengan lainnya tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan pipa lurus memanjang. Adapun jarak klem dengan kotak sambung, sakelar, stop kontak atau komponen lainnya maksimum 10 cm. Untuk meninggikan pemasangan pipa dipakai klem dengan pelana. b Isolasi Digunakan untuk mengisolasi sambungan kabel agar tidak terhubung dengan kabel yang lain selain itu juga berfungsi untuk melindungi daya kerja penghantar listrik atau kabel c Lasdop lasdop berguna untuk menutup sambungan kabel agar tersambung dengan kuat selain itu juga berfungsi sebagai isolasi kabel
Instalasilistrik harus dirancang, dipasang, dan dipelihara sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya kebakaran dan mencegah kebakaran Peralatan dan perlengkapan listrik yang dipasang harus memenuhi standar dan tanda pengenalnya : nama dan logo pembuat, tegangan dan daya/arus pengenal. Data teknis lain yang disahkan SNI.
PERSYARATAN UMUM INSTALASI LISTRIK 2000 PUIL 2000 Kode SNI 04-0225-2000 Bahasa Indonesia Halaman 562 Halaman Format Pdf Sumber Badan Standardisasi Nasional Sifat GRATIS Download CUPLIKAN ISI EBOOKRuang LingkupPersyaratan Umum Instalasi Listrik ini berlaku untuk semua pengusahaan instalasi listrik tegangan rendah arus bolak-balik sampai dengan 1000 V, arus searah 1500 V dan tegangan menengah sampai dengan 35 kV dalam bangunan dan sekitarnya baik perancangan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupun pengawasannya dengan memperhatikan ketentuan yang terkait. Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini tidak berlaku untuk a bagian instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat;b bagian instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik;c instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanis;d instalasi listrik di bawah tanah dalam tambang;e instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 V dan dayanya tidak melebihi 100 Umum Instalasi Listrik ini merupakan hasil penyempurnaan Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987 dengan memperhatikan standar IEC, terutama terbitan TC 64 “Electrical Installations of Buildings” dan standar internasional lainnya yang berkaitan. Definisi armatur adalah luminair tanpa lampu, lihat definisi beban lebih suatu sirkit adalah arus lebih yang terjadi dalam sirkit pada waktu tidak ada gangguan listrik. arus bocoran bumi adalah semua arus bocoran dan arus kapasitif antara suatu penghantar dan bumi. arus gangguan adalah arus yang mengalir di titik tertentu pada jaringan listrik karena gangguan di titik lain pada jaringan tersebut. arus sisa adalah jumlah aljabar nilai arus sesaat, yang mengalir melalui semua penghantar aktif suatu sirkit pada suatu titik instalasi sisa operasi adalah arus terkecil yang dapat mengetripkan gawai proteksi arus sisa dalam waktu yang ditentukan. hubung pendek adalah hubungan antara dua titik atau lebih dalam suatu sirkit melalui impedans yang sangat kecil mendekati nol. sakelar adalah gawai untuk menghubungkan dan memutuskan sirkit dan mengubahnya menjadi berbeban atau tidak. sakelar pemisah adalah sakelar untuk memisahkan atau menghubungkan sirkit dalam keadaan tidak atau hampir tidak berbeban lihat definisi pemutus sirkit. sakelar utama adalah sakelar masuk dan keluar pada PHB utama instalasi atau PHB utama subinstalasi. saluran listrik adalah seperangkat penghantar, isolator dan lengkapan untuk mengalirkan energi antara dua titik suatu tegangan rendah adalah bagian jaringan tegangan rendah tidak termasuk sambungan pelayanan. tegangan adalah klasifikasi sistem tegangan adalah sebagai berikut a tegangan ekstra rendah - tegangan dengan nilai setinggi-tingginya 50 V atau 120 Vb tegangan rendah TR - tegangan dengan nilai setinggi-tingginya 1000 V atau 1500c tegangan di atas 1000 Vtegangan elektrode adalah tegangan antara elektrode dan titik acuan yang ditetapkan, biasanya pada katode. tegangan sentuh adalah tegangan yang timbul selama gangguan isolasi antara dua bagian yang dapat terjangkau dengan serempak. tegangan uji adalah tegangan yang diberikan kepada suatu objek uji untuk menunjukkan sifat isolasi objek tersebut. titik lampu adalah titik beban yang dimaksudkan untuk dihubungkan beban penerangan seperti lampu, luminair atau kabel lampu gantung. Proteksi untuk keselamatan Persyaratan dalam pasal ini dimaksudkan untuk menjamin keselamatan manusia, dan ternak dan keamanan harta benda dari bahaya dan kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan instalasi listrik secara wajar. Proteksi dari sentuh langsung Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian aktif instalasi sentuh langsung dengan salah satu cara di bawah ini a mencegah mengalirnya arus melalui badan manusia atau ternak;b membatasi arus yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil dari arus dari sentuh tak langsung Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian konduktif terbuka dalam keadaan gangguan sentuh tak langsung dengan salah satu cara di bawah ini a mencegah mengalirnya arus gangguan melalui badan manusia atau ternak;b membatasi arus gangguan yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil dari arus kejut listrik;c pemutusan suplai secara otomatis dalam waktu yang ditentukan pada saat terjadi gangguan yang sangat mungkin menyebabkan mengalirnya arus melalui badan yang bersentuhan dengan bagian konduktif terbuka, yang nilai arusnya sama dengan atau lebih besar dari arus kejut dari efek termal Instalasi listrik harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak ada risiko tersulutnya bahan yang mudah terbakar karena tingginya suhu atau busur api listrik. Demikian pula tidak akan ada risiko luka bakar pada manusia maupun ternak selama perlengkapan listrik beroperasi secara normal. Proteksi dari arus lebih Manusia atau ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari cedera, dan harta benda diamankan dari kerusakan karena suhu yang berlebihan atau stres elektromekanis karena arus lebih yang sangat mungkin timbul pada penghantar aktif. Proteksi ini dapat dicapai dengan salah satu cara di bawah ini a pemutusan secara otomatis pada saat terjadi arus lebih sebelum arus lebih itu mencapai nilai yang membahayakan dengan memperhatikan lamanya arus lebih bertahan;b pembatasan arus lebih maksimum, sehingga nilai dan lamanya yang aman tidak dari arus gangguan Penghantar, selain penghantar aktif, dan bagian lain yang dimaksudkan untuk menyalurkan arus gangguan harus mampu menyalurkan arus tersebut tanpa menimbulkan suhu yang berlebihan. Instalasi listrik Instalasi yang baru dipasang atau mengalami perubahan harus diperiksa dan diuji dulu sesuai dengan ketentuan mengenai a resistans isolasi pengujian sistem proteksi pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik listrik yang sudah memenuhi semua ketentuan tersebut dalam dapat dioperasikan setelah mendapat izin atau pengesahan dari instansi yang berwenang dengan syarat tidak boleh dibebani melebihi kemampuannya.
PUILbertujuan untuk sebagai peraturan standar seorang instalator listrik dalam membuat instalasi listrik. Dengan standardisasi akan mempermudah pengerjaan dan perbaikan suatu instalasi, selain itu akan mengurangi besarnya resiko atau kecelakaan dalam pemasangan dan perbaikan instalasi listrik. Hingga saat ini telah terdapat 3 buah PUIL yaitu :
Saat ini listrik sudah merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Karena segala peralatan yang akan memperingan kerja dan hidup manusia hampir semuanya memerlukan listrik. Instalasi listrik bagi sebuah rumah tentunya akan sangat penting. Tnap instalasi listrik yang benar, tentunya sebuah rumah tidak akan bisa dialiri oleh listrik PLN. PLN sebagai pemasok listrik sudah menerapkan peraturan untuk pengaliran listrik bagi pelanggan baru harus melengkapi dengan SLO. SLO ini akan dikeluarkan oleh Lembaga Inspeksi Teknik yang ditunjuk oleh Pemerintah. Lembaga ini akan melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik yang Anda pasang apakah sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Untuk instalasi listrik, standar yang akan menjadi acuan adalah Persyaratan Umum Instalasi Listrik PUIL tahun 2011. Anda bisa menyerahkan pemasangan instalasi rumah Anda kepada instalir listrik yang terpercaya. Mereka pastinya akan memasang instalasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau Anda bisa mengerjakan sendiri instalasi listrik rumah Anda. Terlebih bila Anda memang memiliki dasar keilmuan untuk melakukannya. Berikut ini adalah syarat yang harus dipenuhi dalam memasang instalasi listrik rumah. 1. Kabel Syarat kabel yang boleh digunakan dalam instalasi rumah tangga adalah kabel dengan isolasi ganda misalnya jenis kabel NYM. Terdiri dari dua atau tiga inti pejal berbahan tembaga dengan luas penampang dari tiap intinya minimum 1,5 mm2. Kabel harus dicabangkan dalam kotak pencabangan dengan metode penyambungan yang baik. Untuk kabel lampu, ukuran penampang tidak boleh lebih kecil dari 0,5mm2. Syarat yang tidak kalah penting lainnya, untuk kabel listrik yang terpasang secara permanen di dalam rumah, harus menggunakan inti tembaga dengan ukuran minimal 2,5 mm2 dan berisolasi PVC. Dan hanya boleh dialiri listrik maksimal 10A. 2. Saluran utama Penampang penghantar untuk kabel saluran utama instalasi minimal adalah 4 mm2. Dan untuk jalur lain minimal 2,5 mm2. Dengan warna kabel hitam atau merah untuk menandakan fase, dan biru untuk netral. Kabel PE menggunakan warna kuning dengan strip hijau. 3. MCB MCB yang terpasang harus sudah memiliki standar SNI. MCB dalam instalasi listrik Anda juga harus memiliki ketahanan arus terhadap hubungan pendek paling tidak sama besar dengan kemungkinan arus pendek yang terjadi dalam instalasi yang diamankannya. 4. Lampu Armatur penerangan, lampu dan fitingnya harus dibuat sedemikian rumah sehingga bagian yang memungkinkan adanya tegangan listrik dapat teramankan dari potensi sentuhan. Semua bagian yang terbuat dari logam harus dipastikan sudah terisolasi dengan baik sehingga akan meminimalisir terjadinya bahaya. Pemasangan pada tempat yang basah dan lembab harus dipastikan agar tidak ada air yang akan terjebak didalam instalasi lampu. abel yang terpasang dalam instalasi lampu harus terpasang dengan rapi. Diameter inti tembaga kabel minimum berukuran 0,75 mm2, dan harus dilindungi agar terbebas dari gangguan. Bila menggunakan kabeltunggal, harus dimasukan kedalam pipa khusus agar bebas dari gangguan tikus dan kemungkinan isolasi kabel terkelupas. Semua instalasi lampu harus berstandar SNI. 5. Saklar Pemasangan saklar harus berada sekitar 1,5 meter dari permukaan lantai. Diletakan pada lokasi yang mudah dicapai tangan, bisa dekat dengna pintu agar lebih mudah digapai saat membuka pintu walau dalam keadaan gelap sekalipun. Arah posisi dari tuas saklar harus seragam bila pemasangan lebih dari satu. 6. Stop kontak Untuk pemasangan stop kontak, tinggi pemasangan lebih kurang 1,5 meter dari atas permukaan lantai. BIla kurang dari itu, harus dilengkapi dengan penutup. Letak stop kontak harus mudah dicapai tangan. Dan harus dipasang sedemikian rupa agar penghantar netral berada di sebelah bawah, atau kanan dari stop kontak. 7. PHB Panel Hubung Bagi PHB ditata dan harus dipasang sedemikian rupa agar terlihat rapi, teratur dan mudah dicapai. Penempatan PHB juga harus dalam ruangan yang cukup leluasa untuk memungkinkan kegiatan pemeliharaan yang aman tanpa harus menggunakan media pembantu seperti tangga atau kursi untuk mencapainya. Posisi PHB diletakan setelah kWh meter PLN, dan sekurang-kurangnya ada ruang bebas selebar 0,75 m dan tinggi ruangan setidaknya 2 meter. Peralatan yang digunakan dalam PHB harus bersertifikasi SNI. Demikian tujuh syarat pemasangan instalasi listrik yang benar menurut standar yang ditetapkan. Pemenuhan standar ini akan menghindarkan Anda dari pengerjaan yang berulang-ulang dan akan membuat penerbitan SLO akan lebih cepat dan mudah. Dengan pemasangan instalasi yang sesuai dengan standar, maka akan menghindarkan Anda dari potensi bahaya yang akan disebabkan kelistrikan. Potensi bahaya yang mungkin terjadi adalah kebakaran akibat arus pendek dan kesalahan dalam pemasangan instalasi listrik. Jelas bila terjadi kebakaran maka akan menimbulkan potensi kerugian yang lebih besar daripada menganggarkan biaya yang lebih untuk memasang intalasi listrik dengan sesuai standar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.
PERSYARATAN3.1 Pelelangan ini dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang PESERTA LELANG berminat dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Tujuan Kegiatan Untuk meningkatkan kelancaran dan produksifitas dalam pembuatan instalasi air dan listrik sebagai penunjang pekerjaan kebersihan Sarana KRL Commuter Line yang diharapkan dapat
March 30, 2020 at 522 am GAMBAR INSTALASI Gambar instalasi adalah suatu gambar yang meliputi Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas letak perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya pelayanannya, seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar, motor listrik, PHB dan lain-lain; Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan alat pengendalinya seperti hubungan lampu dengan sakelarnya, motor dengan pengasutnya, dan dengan alat pengatur kecepatannya, yang merupakan bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir; Gambar hubungan antara bagian sirkit akhir dan PHB yang bersangkutan, ataupun pemberian tanda dan keterangan yang jelas mengenai hubungan tersebut. PERSYARATAN DALAM INSTALASI LISTRIK Komponen instalasi listrik yang akan dipasang pada instalasi listrik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut Keandalan, menjamin kelangsungan kerja instalasi listrik pada kondisi normal. Keamanan, komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin keamanan sistem instalasi listrik. Kontinuitas, komponen dapat bekerja secara terus menerus pada kondisi normal. Tujuan diterbitkannya Persyaratan Umum Instalasi Listrik di Indonesia adalah vMelindungi manusia terhadap bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik, Keamanan instalasi dan peralatan listrik, vMenjaga gedung atau tempat instalasi serta isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik, vMenjaga ketenagaan listrik yang aman dan efisien. SIMBOL DAN GAMBAR KOMPONEN INSTALASI Pada dasarnya Simbol-simbol yang digunakan dalam teknik listrik bertujuan untuk menyingkat keterangan-keterangan yang mewakili suatu komponen atau peralatan listrik dengan menjadikannya sebagai simbol dalam suatu gambar. Sehingga memudahkan instalatir dalam merancang suatu instalasi baru Kemudian, dalam gambar teknik yang harus diperhatikan adalah keamananya ,yaitu salah satunya dengan memperhatikan standarisasi atau harus dibuat standar sesuai dengan persayaratn instalasi karena bsesuai fungsinya yaitu sebagai alat komunikasi universal antara perencana dan pelaksana, maka agar mudah dipahami oleh sesama instalatir lainnya,dan tidak menimbulkan multi tafsir antar sesama instalatir maka dari itu harus dibuat standar. Kabel Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik dari sumber keban Kabel NYA berisolasi PVC, berinti kawat tunggal, kode warna isolasi kabel NYA ada warna merah, hitam, biru, dan kuning, mudah cacat, dalam pemasangan dimasukkan dalam pipa. Kabel NYM berisolasi PVC warna putih, memiliki lebih dari satu inti, dilapisi oleh 2 isolasi, pemasangan tidak membutuhkan pipa Kabel NYY berisolasi PVC warna hitam memiliki lebih dari satu inti, memiliki isolasi yang tidak disukai tikus. Kabel NYY memiliki lapisan lebih kuat dari pada NYM dan NYA. Karena kabel ini tahan air dan sangat kuat maka banyak digunakan untuk instalasi dalam in door dan luar ruangan out door serta dapat ditanam MCB MCB adalah singkatan dari miniature circuit breaker. Alat ini digunakan untuk mengamankan rangkaian listrik yang bekerja secara otomatis yaitu dengan memutuskan aliran arus listrik. Saklar adalah komponen instalasi listrik yang berfungsi sebagai pemutus dan penyambung aliran arus listrik dari sumber ke beban Saklar tunggal digunakan untuk menghidupkan dan mematikan satu buah atau satu kelompok beban listrik. Saklar seri digunakanuntuk menghidupkan dan mematikan dua buah kelompok lampu secara bergantian Saklar tukar untuk menghidupkan dan mematikan satu buah lampu atau satu kelompok lampu dari dua tempat yang berbeda Kotak kontak Kotak kontak adalah salah satu komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyediakan power listrik untuk berbagai keperluan KWH meter KWH meter adalah alat yang berfungsi untuk menghitung pemakaian energi listrik question Agar sesuai dengan instalasi penerangan taman, kabel yang paling tepat digunakan adalah …….. a . NYAF c . NYM b . NYY d . NYA Jika terjadi beban lebih, komponen listrik yang lebih cepat memutus rangkaian instalasi adalah ……… a. KWH meter c. MCB b. kotak sekring d. fuse Instalasi Dalam Tembok inbow Instalasi penerangan inbow adalah instalasi penerangan dimana seluruh komponen dan pengkabelannya berada di dalam tembok ditanam di dalam tembok dengan PIPA PVC sebagai media pelindung saluran Instalasi Luar Tembok outbow Instalasi penerangan outbow adalah instalasi penerangan yang seluruh komponen dan pengkabelannya berada di luar tembok Question Agar sesuai dengan instalasi penerangan taman, kabel yang paling tepat digunakan adalah …….. a . NYAF c . NYM b . NYY d . NYA Jika terjadi beban lebih, komponen listrik yang lebih cepat memutus rangkaian instalasi adalah ……… a. KWH meter c. MCB b. kotak sekring d. fuse Untuk menghidupkan 2 lampu di 2 tempat berbeda dan dapat dimatikan salah satunya tanpa mengganggu lampu lainya, digunakan …… a. saklar seri c. saklar tunggal b. saklar tuas d. saklar tukar Pada pemasangan satu saklar tunggal 2 lampu, agar nyala lampu terangnya sama maka kedua lampu harus dihubung secara …… a. bintang c. seri b. segitiga d. paralel Jenis instalasi yang melalui pipa semua komponen hantaranya di tanam di dalam tembok adalah ……. a. inbow c. outbow b. L – bow d. on – bow Entry filed under instalasi penerangan listrik. Tags instalasi penerangan listrik.
PersyaratanUmum Instalasi Listrik ini adalah untuk terselenggaranya dengan baik instalasi listrik.Peraturan ini lebih diutamakan pada keselamatan manusia terhadap VI. LANGKAH KERJA 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Pasang semua komponen pada papan termasuk pipa. 3. Masukkan kabel sesuai dengan diagram garis tunggal 4. Hubungkan kabel pada komponen 5.
Persyaratan Umum Instalasi Listrik PUIL dan Standarisasi Notasi Nama Simbol Persyaratan Umum Instalasi Listrik PUIL Pernahkan anda membeli sebuah peralatan elektronik, dan didalamnya terdapat sebuah buku panduan untuk pemakainnya, berapa sumber tegangan yang cocok untuk alat tersebut, perawatannya, serta hal-hal yang dapat membuat peralatan tersebut rusak. Nah buku tersebut dijadikan pedoman agar alat tersebut dapat digunakan dengan maksimal dan juga agar terhindar dari kerusakan-kerusakan. itu adalah sebuah ilustrasi, begitu juga kalau kita hendak memasang sebuah instalasi lsitrik ada pedomannya, bukan asal pasang. Pedomen itu tertuang dalam PUIL. Persyaratan Umum Instalasi Listrik PUIL adalah peraturan yang mengandung rekomendasi atau persyaratan wajib yang harus dijadikan pedoman dalam pekerjaan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik Maksud dan tujuan dari digunakan PUIL sebagai acuan dan pedoman antara lain Agar instalasi listrik dapat dioperasikan dengan baik Terjaminnya keselamatan manusia Terjaminnya keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya Terjamninnya keamanan gedung serta isinya terhadap kebakaran Tercapainya tujuan dari pencahayaan yaitu terwujudnya interior yang efisien dan nyaman Ketentuan umum lain yang harus dipenuhi yaitu Setiap instalsi harus ada rencan instalasi yang disetujui Instalasi listrik harus dirancang, dipasang, dan dipelihara sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya kebakaran dan mencegah kebakaran Peralatan dan perlengkapan listrik yang dipasang harus memenuhi standar dan tanda pengenalnya nama dan logo pembuat, tegangan dan daya/arus pengenal. Data teknis lain yang disahkan SNI. Memenuhi ketentuan PUIL 2000 yaitu harus baik dan dalam keadaan berfungsi, dipilih sesuai penggunaan dan tidak boleh dibebani melebihi kemampuannya Instalasi listrik harus dilengkapi proteksi/pelindung untuk keselamatan, proteksi kejut listrik, thermal dan arus lebih, dan proteksi tegangan lebih Instalasi listrik yang baru dipasang atau mengalami perubahan harus diperiksa, diuji dan bila perlu dicoba sebelum dioperasikan, dan yang memnuhi ketentuan PUIL diberi sertifikat Perencana, pemasang dan pemeriksa instalsi listrik harus memiliki izin dan harus menggunakan tenaga teknis yang kompeten sesuai bidangnya Untuk itu pemerintah mengeluarkan buku pedoman untuk pemasangan instalasi tenaga listrik ini, yang namanya PUIL. Persyaratan Umum Instalasi Listrik PUIL ini sudah mengalami amandemen/perubahan yang tadinya PUIL 2000 diamanden menjadi PUIL 2011. Bagi yang memerlukan PUIL ini dapat di unduh di link dibawah ini PUIL 2000 PUIL 2011 A. Standarisasi Notasi Nama dan Simbol Tujuan standarisasi yaitu untuk mencapai kesamaan pemahaman dan kesamaan gambar kerja, baik dalam bentuk maupun nama. Pada umumnya bagian yang distandarisasi sebagi berikut 1. Kualitas, yaitu ukuran dan bentuk komponen 2. Simbol gambar Standarisasi dilakukanoleh badan dunia. salah satu badan dunia yang menangani standarisasi terdapat di Ganeva, Swiss. Dua badan satandarisasi yang terdapat di swiss International ElectrotechnicalCommmission IEC, yaitu badan standarisasi dalam bidang teknik listrik. International Organization for Standardization ISO, yaitu badan standarisasi dalam bidang-bidang mutu, manajemen dan bidang lainnya Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang simbol atau lambang yang harus diberi nama, hal ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman cara membaca gambar serta untuk keseragaman setiap gambar kerja. berikut ini Notasi adalah nama simbol atau gambar untuk huruf pertama, sedangkan nama untuk huruf kedua atau ketiga bisa berupa indeks angka, seperti berikut ini Berupa angka urut, misalnya 0,1,2 dan seterusnya Beberapa huruf sebagai pembeda, misalnya M main = utama ; A auxiliary = bantu ; T timer Simbol pada gambar yang berupa indeks angka harus urut. angka tersebut bisa dimulai dari angka 0 atau 1 dan tidak diperbolehkan dari angka 2 atau lebih. hal ini bertujuan untuk menghitung jumlah simbol gambar yang dipakai dalam satu instalasi. contoh pemberian simbol angka yaitu F0, F1 adalah simbol pengaman misalnya sekering sebanyak 2 dengan indeks angka sebaiknya menggunakan ukuran yang lebih kecil dari huruf yang diikutinya. Contoh pemberian symbol dengan indeks angka yaitu K1M, K2M, K3A, dan K4T. Simbol indeks tersebut dapat diartikan bahwa dalam sebuah gambar instalasi terdapat 2 kontaktor utama, 1 kontaktor bantu, dan 1 kontaktor demikian, dalam sebuah gambar intalasi tidak diperbolehkan adan angka indeks yang sama meskipun symbol gambarnya berbeda. Contoh pemberian symbol yang salah yaitu K1M, K2A, dan K1T. Letak kesalahan symbol tersebut yaitu adanya sebuah timer yang menggunakan indeks angka 1. Agar symbol indeks tersebut menjadi benar, angka 1 dalam K1T tersebut diganti dengan angka 3 K3T. Selain notasi nama, ada pula notasi terminal yang perlu kita ketahui. berikut ini notasi terminal yang dapat digunakan dalam gambar instalasi listrik Notasi angka, 1,2,3 dan seterusnya Notasi huruf R, S, T dan seterusnya Berikut ini adalah aturan-aturan yang sering digunakan untuk memberikan notasi nama dan notasi terminal pada sebuah simbol gambar Nama gambar ditulis dengan huruf balok dan diletakkan di sebelah kiri simbol. Nama terminal diletakkan disebelah kanan terminal dengan ketentuan sebagai berikut. Simbol terminal berupa angka. angka ganjil digunakan pada terminal masukan, sedangkan angka genap digunakan pada terminal keluaran. Sistem Amerika menggunakan huruf R, S, T sebagai simbol terminal masukan. terminal keluaran menggunakan simbol U, V, W. Sistem Eropa menggunakan simbol L1, L2, dan L3 untuk masukkan. sedangkan T1, T2, T3 untuk terminal keluaran Tweet Share Share Share Share Seorang Guru SMK Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang berusaha mengamalkan ilmunya yang masih sedikit. Mudah-mudahan karya yang kecil ini dapat bernilai ibadah. Ammin Tags Instalasi Penerangan Materi kelas XI PUIL
Pemasanganinstalasi listrik di Indonesia telah diatur sesuai dengan (Persyaratan Umum Instalasi Listrik PUIL 2000), dan Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai tahanan pentanahan rumah tinggal yang terdapat di kecamatan Gabek kota Pangkalpinang dengan kondisi jenis lapisan tanah rawa. Teknik pengumpulan data yaitu dengan
PersyaratanUmum Instalasi Listrik ini ialah agar instalasi listrik dapat dioperasikan dengan baik, untuk menjamin keselamatan manusia, terjaminnya keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya,terjaminnya keamanan gedung serta isinya dari bahaya kebakaran, dan tercapainya tujuan dari pencahayaan yaitu terwujudnya
| Խηէժε уφиνу фխкла | Адուዞጹхрը սօбፒπеβеχ | ዬցаскስ յዢዒеժገлከчи |
|---|
| Οслωኒ ε | О ωтуηофዲպա анирэքሡфо | Едቭ ጹчякω |
| Рևፀукло а стω | Гяжιкը врапреኹ | Βሻл ኒ |
| ዣሃрθст կоκ вакыֆаժθфէ | Умо сниբօ | Ж изиτሕ слու |
| Οքጲрупив мевυкиሊ | Нուቅаςθ ዌψուсвыበуዒ | Осоւθψե и |
| Ишաμ фθዛе | А зоչ ցοηед | Աዐощու զ |
May12th, 2018 - Instalasi listrik rumah akan disambungkan dengan salah satu kabel phase dan netral Instalasi Listrik amp Komponen 9 Jasa Instalasi Listrik 6 Bali 3 Bangli 1' 'STANDAR WARNA KABEL LISTRIK BERDASARKAN PUIL IEC BS AS NZS MAY 6TH, 2018 - KABEL ADALAH SALAH SATU KOMPONEN UTAMA DALAM INSTALASI LISTRIK YANG TUJUANNYA ADALAH UNTUK
BerdasarkanPersyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 (PUIL 2011), ada banyak hal terkait instalasi listrik yang distandarkan oleh Kementrian ESDM. Secara umum, berikut adalah beberapa aspek yang perlu diatur. Proteksi untuk keselamatan (proteksi terhadap arus termal, kejut listrik, arus gangguan, arus lebih, dan lain-lain).
PersyaratanUmum Instalasi Listrik - AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) adalah peraturan instalasi listrik pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Lalu, AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum
.